Cici:
saya cuma ingat khulafaur rasyidin. Abu Bakar, ‘Umar bin Khaththab, ‘Utsman bin Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib. sebelum mereka menjadi pemimpin ummat Islam, -setahu saya- Rasulullah (dengan izin Allah dan kehendakNya) tidak pernah memberikan mereka amanah sebagai panglima perang. Sebuah posisi yang sangat dinanti oleh para pemburu surga. Padahal, siapa yang meragukan kapabilitas mereka?
begitu,, maksud tidak ada amanah adalah amanah. amanah untuk tetap ikhlash dan menjaga hati amanah untuk tetap bergerak walau tidak ada yang memberi amanah amanah untuk bergerak dalam kesendirian apalagi bagi orang-orang yang telah memilih da’wah sebagai hidupnya. tidak lagi ada amanah struktural dan tidak diberi amanah artinya adalah amanah untuk menjadi perintis membuka lahan da’wah yang baru, yang mungkin tidak terlacak oleh saudara2 atau bapak2 dan ibu2 kita. mungkin juga amanah untuk menambah kapasitas internal diri, hingga -biidznillaah- akhirnya siap untuk mengemban amanah yang lain sebagaimana para khulafaur rasyidin, tidak pernah mereka menjadi panglima perang, rupanya Allah mempersiapkan mereka, u menjadi penerus kepemimpinan Rasulullaah.
maksud saya, jika kita belum bisa memahami maksud bapak2 di kampus (lebih tinggi dr itu) definisikan dulu saja dengan definisi yang bisa membuat kita lebih kokoh dan tangguh dan tidak meresahkan saudara yg lain. Allaahu ‘alam.
cuma mau mendokumentasikan jawaban Cici di milis













