****!!!!

status di fb: amanda feels sooo negative,

seems like i need more ultramilk madu..

haaaaaaaaaaahhhhhhhhhh

kesel

pengen marah-marah

semua ga ada yang bener

kesel

huuh

eh, tapi ada senengnya juga ding

breaking dawn udah di tangan XD

alhamdulillah

ditraktir nadia makan

alhamdulillah

ditraktir mutia besok

alhamdulillah

selalu punya sesuatu untuk disyukuri :)

alhamdulillah

alhamdulillah

:) :) :)

terima kasih ya Allah,

baik banget deh :D

hehe

target?

Hari Selasa kemarin baru aja wawancara HRD ****a internasional. Ada satu pertanyaan yang ditanya berulang-ulang sama si mbak2 ****a-nya: Apa target kamu dan gimana cara merealisasikan terget itu. Pertanyaan itu diulang-ulang dan dikembangkan sesuka hati si mbak, tapi intinya mah menurut gw sama aja.
Misal: pas masuk kuliah, apa sih target utama kamu? apa aja hambatannya? dengan hambatan-hambatan itu, gimana cara kamu biar tetep bisa merealisasikan target kamu? langkah-langkahnya gimana?
terus pertanyaan yang agak bikin BT: kenapa targetnya itu? kenapa ngga lebih tinggi kaya blablabla? (hih, suka2 gw dong mau bikin target kayak gimana. lagipula, bikin target kan jg mesti realistis :P )

dari semua pertanyaan si mbak HRD ****a, ada beberapa kesimpulan yang bisa gw ambil:
1. Dia mau ngeliat apakah gue tipe orang yang punya semangat hidup dan bercita2 besar. Hal ini dilihat dari pertanyaan: apa target kamu. Kalo pinjem istilah bokap gw,  masih ON FIRE ngga saat ini.
2. Dilihat juga apakah kita termasuk well planed atau cuma omdo. alias target bejibun tapi ga ada yang teralisasi. Hal ini bisa dilihat dari pertanyaan: gimana step2 buat bikin target kamu terwujud?
3. Apakah kita orang yang gampang nyerah atau pantang menyerah. tapi lupa bentuk pertanyaannya gimana.

Pokoknya tu interview berasa lamaa bgt. Dari yang pas awal2 masih ngejawab dengan ber-api2, sampe kecapean sendiri dan entah kenapa pas detik2 terakhir merasa jawaban yang gw kasih semakin lama semikn standar. aaaaaah gimana doong ToT..

btw, besok interview lagi niih.. doain yaa temans..

O.O

My Eyes

My Eyes Lyrics
Artist (Band): Travis

Deep in my heart, there’s no room for crying,
but I’m trying to see your point of view
Deep in my heart, I’m afraid I’m dying,
I’d be lying if I said I’m not

Welcome in, welcome in,
Shame about the weather
Welcome in, welcome in,
You’re welcome
It’s a sin, it’s a sin,
Where birds of a feather, are welcome to, land on you

[CHORUS]
Ya Ya Ya *2
You’ve got my eyes
And we can’t see, what you’ll be, you can’t disguise
But either way, I will pray, you will be wise
Pretty soon you will see, tears in my eyes..

As each day goes by, makes way for another,
We discover that we’re not alone
And each day we try, the best we can to recover,
All the feelings that we left below

Welcome in, welcome in,
Shame about the weather
Welcome in, welcome in,
You’re welcome
It’s a sin, it’s a sin,
Where birds of a feather, are welcome too, land on you

[CHORUS]
Ya Ya Ya *2
You’ve got my eyes
We can’t see, what you’ll be, you can’t disguise
But either way, I will pray, you will be wise
Pretty soon you will see the tears in my eyes..

Welcome in, welcome in,
Shame about the weather
Welcome in, welcome in,
You’re welcome
It’s a sin, it’s a sin,
Where birds of a feather, are welcome too, land on you…

[CHORUS]
Ya Ya Ya *2
You’ve got my eyes
And We can’t see, what you’ll be, you can’t disguise
But either way, I will pray, you will be wise
Pretty soon you will see the tears in my eyes.. *3

breaking dawn

Truk tua Bella akhirnya benar-benar mati. Dan bergabung dengan keluarga Cullen yang lain, Bella mulai menikmati mobil-mobil mahal berkecepatan tinggi yang dijual terbatas di pasaran. Kehidupan mulai berputar cepat di sekelilingnya. Ayah dan ibunya menyetujui dengan mudah pertunangannya dengan Edward, tidak seperti bayangannya. Meski dengan bayang-bayang Jacob yang pergi untuk menyembuhkan luka hatinya, akhirnya hari pernikahan itu tiba juga. Edward berada di sisinya mengucapkan janji setia selama masa eksistensi mereka.

Bulan madu yang semula dirancang indah ternyata menjadi awal yang sangat buruk untuk hubungan mereka. Kekuatan vampir Edward yang luar biasa ternyata membuat tubuh manusia Bella yang ringkih terluka. Belum cukup hingga di situ Bellaharus dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia ternyata hamil. Buah cintanya terhadap Edward tumbuh di perutnya sebagai seorang monster yang haus darah.

Penuh keberanian, melawan semua usul dan nasihat keluarga Cullen, Bella bertahan untuk tidak mau menggugurkan kandungannya meski dia harus bertaruh nyawa. Di saat kritis, kehadiran sahabat lama, Jacob, sangat menolongnya dan Edward untuk melalui hari-hari buruk mereka.

Setelah melalui penderitaan panjang akibat janin monster yang dikandungnya, Bella pun meregan nyawa di meja persalinan. Edward pun akhirnya mengambil keputusan yang selama ini adalah ide yang paling ditentangnya, yaitu merubah Bella menjadi vampir.

Hari-hari Bella sebagai seorang vampir pun dimulai, dengan buah hatinya, Renesmee, yang ternyata merupakan penjelmaan separuh manusia separuh vampir. Lalu masalah yang timbul adalah bagaimanakah Bella harus menjelaskan kepada ayahnya bahwa dia sekarang telah menjadi vampir, seperti halnya keluarga suaminya? Atau bagaimanakah dia harus menerangkan kalau sesungguhnya Jacob yang periang itu adalah manusia serigala? Dan bahwa ayahnya telah memiliki cucu yang separo manusia separo vampir dengan segala bakat anehnya? [sinopsis breaking dawn]

ayooo, cepat-cepat tanggal 31…

Lajang dan Menikah

Akhir-akhir ini semakin sering berkunjung ke blognya lajang dan menikah.

=))

Duluu bgt, waktu kelas 3 SMA kalo ga salah, ada temen yg nanya: rencananya mau nikah umur berapa?
Trus gw jawab: 25
waktu itu (kalo ga salah) emg udh diitung2 untung ruginya, sehingga bs dpt angka 25.
Trus si temen jawab: hah? Tua amat.. Perempuan itu paling pas nikah umur 21-23..
Karena gw menganggap si temen itu lebih pengalaman, jadilah gw jawab lg: yauda deh, 21 aja.. *labil*

Dan sekarang, ketika usia sudah mencapai 21, entah kenapa gw merasa blm saatnya untuk merubah status. Ha.

Ada satu postingan di lajang dan menikah yang bilang kalo semakin lo nunda2 nikah karena banyak pertimbangan, maka semakin tertundalah karena yang ditimbang semakin banyak. Ha. Tapi mau nikah tanpa pertimbangan jg ngga ok bukan?
*racauan yg semakin tanpa arah*
intinyaa,
nikah itu bukan soal waktu. Tp soal kesiapan. Kalo Allah ngerasa lo udh siap bwt jd ibu dan istri yg baik bwt pasangan lo, ntr jd gampang lah nikahnya ;-)
soo.. Bwt teh *i** dan teh **n** hapus semua kegusaran dan kegundahan hati. Semua akan ada waktunya. *sotoy*

Science dan Agama, Bukan Dua Kutub Berbeda

lagi males nulis.. jadi copas aja ya.. hehe :D

***

Oleh budi11 – 5 Januari 2009

Dalam buku ” Kekuatan Daya Saing Indonesia” karya Prof. Zuhal, ada sebuah bab yang menarik dan ketika saya membacanya seperti berada di sebuah “taman bunga” dengan warna-warni berbeda tetapi serasi, berpadu dan menimbulkan keharmonisan.

Bab ini bertajuk “Pertemuan Sains dan Agama”. Penulis mengupas dengan apik bahwasanya ilmu pengetahuan dan agama adalah suatu kesatuan dan bukan untuk dipisahkan. Ilmu pengetahuan sebenarnya digunakan sebagai alat untuk mengungkap kata-kata kunci yang terdapat dalam Al Qur an, dan yang Alloh swt sembunyikan di alam semesta agar manusia, sebagai khalifah di muka bumi mengeksplorasinya.

Penulis mencoba mengajak pembaca mencermati beberapa pandangan semisal dari penganut teori evolusi Darwin, penganut Intelligence Design(ID) lalu teori kuantum. Penganut Darwinisme menganggap bahwa segala organisme hidup dapat menjadi lebih sempurna secara bertahap dan melalui evolusi yang panjang. Sementara penganut ID menganggap bahwa segala organisme hidup merupakan blue print dari suatu desain yang Maha Sempurna sehingga tidak mungkin melalui cara evolusi.

Saya jadi ingat satu episode film kartun Simpsons dimana kala itu Lisa memberontak di sekolah karena Ned Flanders dan pihak gereja mendesak agar ajaran teori Darwin tidak lagi diajarkan di sekolah. Lisa dalam kartun ini ditokohkan sebagai seorang anak yang berpikiran secara ilmiah yang ekstrim. Ia menolak ajaran dalam Bibel(injil) bahwa manusia adalah keturunan dari Adam dan Hawa dan bukan dari proses evolusi dari kera. Dan jika anda sempat simak episode ini akhirnya Ned dan pihak gereja kalah di pengadilan karena Homer dipancing istrinya bertindak semacam kera sehingga seakan-akan menunjukkan bahwa memang benar teori Darwin itu. Suatu pendapat ilmiah yang dipaksakan sekali.

Sebenarnya Darwin, dalam kekhilafannya ada mengakui keberadaan Alloh sebagaimana katanya : “There is grandeur in this view of life, with its several powers, having been originally breathed by Creator into a few form or into one; and that whilst this planet has gone cycling on according to the fixed law of gravity, from so simple a beginning endless forms most beautiful and most wonderful have been, and are being, envolved”(On the Origin of Species, Darwin).

Dalam teori Quantum lagi-lagi para ilmuwan menemukan fenomena akan adanya batas ilmu yang mereka miliki. Ada suatu limit dan ada suatu daerah di mana akal manusia tidak mampu mencapainya dan menterjemahkannya secara ilmiah. Menurut Werner Heisenberg, seorang pengungkap teori kuantum (1972) mengatakan bahwa ketelitian setiap pengukuran besaran-besaran dinamis secara hakiki mengandung ketidakpastian, kita tidak dapat memperoleh hasil pengukuran, hanya memperoleh gambaran tentang kemungkinan-kemungkinan. menurutnya setiap usaha kita mencatat posisi dan momentum suatu partikel secara pasti akan merupakan usaha sia-sia. Karena mungkin kita di suatu waktu dapat merekam posisi partikel itu tapi kehilangan pengukuran momentum pada waktu yang bersamaan. Padahal momentum dan posisi merupakan besaran fisis yang diperlukan dalam mengetahui fenomena alam(Prof. Zuhal, Kekuatan Daya Saing Indonesia, hal. 163).

Jadi kalau diistilahkan dalam matematika ilmu yang dimiliki manusia dan pengembangannya melalui usaha dan pemikiran hanya mencapai posisi limit terbatas. Sementara ilmu yang Alloh miliki itu berada hingga limit tak hingga. Sebagaimana Rasululloh saw kiaskan bahwa ilmu manusia itu hanya seujung kuku dari ilmu Alloh swt.

Maka ketika ada usaha manusia memisahkan antara agama dengan science maka ada suatu ketidak harmonisan didalamnya. Tanpa ada sentuhan agama, kebenaran hakiki dalam agama, para ilmuwan kehilangan ruh-ruh penyeimbang manakala mereka temui jalan buntu untuk mengungkap apa dibalik fenomena alam. Fenomena yang Alloh swt sediakan kepada manusia untuk dieksplorasi dan dengannya tunduk mengakui kebesaran dan keluasan ilmu yang dimiliki Alloh swt.

sumber

Israel, Palestina dan Bom Nuklir dari Persia

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) ke Palestina
bantuan untuk rakyat Palestina dapat disalurkan lewat :

BCA: No. Rek. 686.0153678 (a.n. Medical Emergency Rescue Committee)
BMI: No. Rek. 301.00521.15 (a.n. MER-C)
BSM: No. Rek. 009.0121.773 (a.n. Medical Emergency Rescue Committee)

InsyaAllah sedikit uluran tangan kita dapat membantu saudara-saudara kita di palestina

ato mau cara gampang??
cukup ketik : MERC PEDULI kirim ke 7505, dengan hal tsb anda telah menyumbang Rp 5000/sms

****************

Oleh iskandarjet – 2 Januari 2009

Untuk kesekian kalinya, warga dunia dihadapkan pada satu fakta menyakitkan dari Timur Tengah. Bom demi bom diluncurkan ke daratan berpenghuni ribuan manusia. Bangunan luluh-lantak, sebuah kota porak-poranda. Sedikitnya 400 nyawa melayang sia-sia. Ya, sebuah penyerbuan militer oleh satu negara terhadap negara lain kembali terjadi.

Tidak ada perang di kawasan ini, dan memang tidak pernah ada perang di sana. Yang terjadi antara Israel dan Palestina di penghujung 2008 adalah pembunuhan yang dibalas dengan pembunuhan. Israel dengan kekuatan militer penuh kembali membombardir permukiman di Jalur Gaza. Sementara Hamas sebagai penguasa Jalur Gaza membalasnya dengan meluncurkan roket-roket, juga ke permukiman di selatan Israel.

Warga tidak hanya menderita berkepanjangan, tapi seolah menanti giliran menuju kematian. Seandainya ini adalah perang, maka kedua belah pihak akan saling berhadapan di medan perang, saling menembak dan memborbardir pasukan lawan hingga akhirnya hanya ada satu pasukan yang menjadi pemenang.

Tapi, sekali lagi, ini bukanlah perang yang pernah kita bayangkan. Ini adalah sebuah pembantaian yang berlangsung dengan kelicikan dan kepengecutan. Alih-alih mengundang Hamas ke medan perang, Israel dengan restu bulat dari parlemen dan anggukan kepala pemerintah Amerika Serikat justru memilih menghantam semua yang dianggap sebagai Hamas: Tempat tinggal para pemimpin dan bala tentaranya, tetangganya, tempat ibadahnya, instalasi listriknya, terowongan darurat yang dibangun untuk menghidupi bangsanya dan semua yang hidup dan tinggal di wilayah kekuasaannya.

Amerika Serikat pun dengan enteng mencap Hamas sebagai teroris, sebuah cap yang tidak akan pernah didengar lagi oleh dunia setelah semua kebohongan Bush di Irak terbongkar dan berujung dengan pelemparan sepatu ke wajahnya.

Dalam kacamata AS, penyerbuan terhadap wilayah Gaza tidak lain merupakan balasan atas serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel—satu-satunya dalih Israel yang dijadikan pembenaran atas apapun kehancuran yang terjadi di bumi Palestina. Tapi yang tidak diungkapkan secara gamblang oleh AS dan jaringan media internasional yang mereka kuasai adalah mengapa roket itu meluncur ke Gaza? Sangat sulit mendapatkan jawaban yang obyektif atas pertanyaan ini, baik di media cetakmaupun elektronik.

Dan dengan asumsi ini bukan perang, tidak ada satu negara pun yang berani melibatkan diri dalam konflik mematikan ini. Jangan pernah bermimpi penyerbuan Israel ke Jalur Gaza ini akan menjadi awal dari pecahnya perang dunia ketiga. Karena tidak akan ada satu negara pun yang berani mengirimkan pasukan perang untuk Palestina. Tidak negara-negara Arab apalagi non-arab, tidak juga negara berpenduduk muslim terbesar di dunia bernama Indonesia.

Begitu mendengar kabar penyerbuan ini, Indonesia (juga negara-negara lain) lebih memilih bergegas mengirimkan bantuan kemanusiaan, bukan bantuan militer. Yang bersemangat mengirimkan bantuan militer malah organisasi-organisasi Islam yang merasa terpanggil karena paham betul dengan bentuk pemusnahan bangsa secara sistimatik dan terencana yang sedang dilancarkan Israel.

Bantuan obat-obatan dan kemanusiaan memang perlu. Tapi ini bukan musibah yang disebabkan oleh alam. Ini adalah kehancuran yang disebabkan oleh kebengisan manusia yang menargetkan sebanyak mungkin manusia untuk dibunuh. Bila si penyebar teror dan kematian ini tidak dihentikan, maka musibah yang ingin diatasi oleh Indonesia negara-negara lainnya ini tidak akan pernah reda. Apalagi Deplu dan semua masyarakat dunia paham, Palestina adalah satu bangsa yang daratannya dikepung oleh bangsa lain. Negeri ini tinggal dalam sebuah penjara besar bernama Israel.

Yah, siapapun yang menyimak berita perseteruan dan perebutan wilayah antara Palestina dan Israel pasti sudah ‘jenuh’ –sama halnya dengan kejenuhan terhadap aksi bom bunuh diri yang selalu terjadi di Irak paska invasi biadab Amerika. Sudah tidak ada lagi air mata untuk dikucurkan. Yang tertanam hanyalah sikap pasrah, panjatan doa atau kesumat bagi yang lainnya. Setiap bulan, setiap tahun, berita tersebut selalu berulang. Roket-roket menghantam rumah demi rumah dan menghilangkan beribu nyawa. Senapan versus ketapel anak-anak belia, tank yang merangsek ke jalan-jalan raya, dan diplomasi perdamaian yang memuakkan dan tidak pernah ada hasilnya.

Setiap konflik dan masalah pasti ada solusinya. Tapi untuk kasus Palestina versus Israel, solusi itu seakan sengaja dihapus untuk mengekalkan sebuah pertikaian dan pembantaian. Apapun yang diupayakan, pasti tidak ada hasilnya. Siapapun yang bersikap, juga tidak membuat negeri Palestina damai dan merdeka.

Jangan berharap banyak terhadap PBB. Meskipun Indonesia sekarang menjadi salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, keputusan akhir tetap ada di tangan Amerika yang siap menggunakan hak vetonya. Kendati pun PBB berhasil mengeluarkan sebuah resolusi untuk menghukum Israel, hukuman itu akan selalu jadi ‘macan ompong’ yang dianggap angin lalu oleh Israel.

Barack Obama sang presiden AS kebanggaan dunia juga tidak akan membuat keputusan yang lebih berarti bagi perdamaian di Palestina. Pasalnya, presiden berayah muslim dan pernah bersekolah SD di Indonesia ini dalam kampanyenya dulu berjanji akan mendukung Israel dan memilih menekan negara lain yang dianggap mengancam keamanan penduduk Yahudi Israel.

Di tengah keputusasaan ini, saya teringat dengan seorang presiden yang kharismatik dan hidup dalam kesederhanaan, yang secara terang-terangan bertekad menghapus Israel dari peta dunia—sebuah tekad yang membuat bulu kuduk merinding. Andai negeri Persia ini sudah punya senjata nuklir seperti yang dikhawatirkan oleh Amerika dan Israel, pasti sebuah bom nuklir sedang akan meluncur menghantam negeri buatan ini.

sumber:

http://iskandarjet.kompasiana.com/2009/01/02/israel-palestina-dan-bom-nuklir-dari-persia/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.